Homeless Sosial Media Opini.id

https://opini.id/communityOpini.id kembali menghadirkan program luar biasa #generasiWARBYASAK dengan mengadopsi konsep ‘homeless media’, sebagai salah satu komitmen mereka untuk terus menyampaikan dan memfasilitasi kepedulian dan kebaikan pada masyarakat. Untuk mewujudkan komitmen tersebut Opini.id menggelar program #GenerasiWARBYASAK https://opini.id/community, User Acquisition Manager Opini.ID Risang B. Dhananto memaparkan, “Kami memiliki misi untuk membuat orang menjadi tambah peduli dan tergerak untuk berbuat baik dan memperbaiki yang kurang baik. Maka dari itu, Opini.id mengajak semua anak muda untuk berkarya melalui video dan program #generasiWARBYASAK,” katanya di Jakarta. Lanjut Risang, Program #GenerasiWARBYASAK merupakan gerakan moral anak muda dengan mengusung 4 pilar nilai yaitu; Berani, Peduli, Jujur dan Kreatif. Program yang akan berlangsung selama 6 sampai 8 bulan ke depan dari pertama kali diluncurkan pada 28 Oktober lalu. Pada kesempatan yang sama, Risang juga memperkenalkan konsep “homeless media” yang kini diadopsi Opini.id. Dalam kerjanya ‘homeless media’ merupakan konsep pemajangan konten di berbagai platform media termasuk di media sosial. Masing – masing platform memiliki native content (otonomi konten) yang berbeda sesuai dengan target market.

Konsep homeless media bukan soal menambah channel distribusi. Akan tetapi menambah channel media itu sendiri dan menjadikannya sebagai platform sebagai media. Misalnya, selama ini, media massa menggunakan media sosial untuk menyebarkan berita yang ada di halaman web utama media tersebut. Ketika tautan di media sosial di-klik, pembaca diarahkan ke halaman web untuk membaca konten lebih lengkap. Dalam hal ini, homeless media memajang konten yang berbeda – beda di banyak channel meskipun informasinya hampir sama. Sebagai salah satu contoh, akun Opini.id di Facebook menayangkan video 1 menit tentang kebiasaan anak muda yang tidak pernah buang sampah setiap selesai makan di supermarket. Hal ini dikarena kebiasaan diskusi dan penyebaran di Facebook yang tepat untuk karakter video 1 menit dan bertema eksperimen sosial. Seperti kita ketahui di Instagram resmi Opini.id, disebarkan foto atau gambar inspiratif tentang kebiasaan buang sampah. Di halaman utama web Opini.id, ditayangkan polling publik tentang kebiasaan anak muda buang sampah. Setiap konten disesuaikan dengan karakter channel-nya.

Diharapkan ke depannya, diprediksi akan muncul semakin banyak penyedia konten yang tidak hanya mengandalkan home pages atau aplikasi khusus. Sindikasi konten misalkan melalui platform sosial media juga dirasakan lebih efektif untuk menjangkau publik dan untuk membuka diskusi. Di samping menjadi wadah, Opini.id juga memfasilitasi opini publik dengan tujuan agar Indonesia menjadi lebih baik. “Era digital memang memberikan banyak informasi tapi media massa sekarang berjalan hanya satu arah. Tidak ada diskusi dan perdebatan,” ujar Michael Wonosaputro, Product Lead Opini.id, saat ditanya Selular.ID alasan dibalik mempopulerkan portal Opini.id. Opini.id memuat beberapa fasilitas antara lain open questions, polling, rating, serial questions, public figur involvement, public review, dan viral channel. Selain memasukkan teks, pengguna juga bisa menyematkan video dari YouTube dan kemudian dibagikan ke situs sosial lainnya.

Saat mengomentari sesuatu, pengguna bebas mengeluarkan segala pendapat di pikiran, mau positif atau negatif, asal tutur bahasanya baik. “Karena opini itu tidak ada yang salah atau benar. Kami senang bila ada war di Opini.id asal tidak berlanjut ke dunia nyata saja,” timpalnya. Dalam pengawasan tiap postingan, Opini.id mengaku melakukannya secara manual. Opini.id sudah dirilis resmi pada Oktober 2014. Setelah empat bulan mengudara, Opini.id telah memuat 300 topik, 100.000 opini, dan 5000 pertanyaan.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *